Minggu, 21 Maret 2010

Kuliner Nasi Liwet Mang Nana

Mempertahankan Tradisi Kaum Pondokan

Berkunjung ke Kabupaten Subang, yang ada di benak wisatawan langsung tertuju pada obyek wisata pemandian air panas Ciater dan wisata alam Tangkuban perahu. Tidak banyak yang tahu, selain potensi wisatanya yang eksostis, Kabupaten Subang ternyata memiliki wisata kuliner yang siap memanjakan petualangan kuliner lidah anda.

Dari sekian banyak tempat kuliner di Kabupaten Subang, Warung Nasi Liwet Mang Nana menjadi salah satu tempat favorit bagi petualang kuliner. Berada di lintasan jalan yang mengubungkan Subang Kota dan Pamanukan, tepatnya di Jalan Cilameri, Kelurahan Sukamelang, Kabupaten Subang, Warung nasi Mang Nana ini menawarkan menu tradisional khas pedesaan dengan konsep kaum pondokan.

Yang membedakan warung nasi dengan tempat lainnya, adalah branch image yaitu merujuk kebiasaan anak pondokan. Ini terlihat dari menu masakan sampai tempat santap makan dengan system lesehan. “Konsep kaum pondokan yang menginspirasi kami, dan ini menjadi branch image yang kami tawarkan kepada konsumen,” ujar Mulyana, Owner Warung Nasi Liwet Mang Nana.

Suasana pondok mendominasi konsep warung nasi ini. Selain menu nasi liwet, konsep infrastruktur yang memanfaatkan dinding pembatas yang terbuat dari anyaman bambu setinggi sekitar 60 Centimeter membawa konsumen seakan-akan berada di pondok salafy. Nuansa candradimuka kaum sarungan semakin terasa dengan suasana Warung makan yang berada di pinggir jalan dan bersebalahan dengan area pertanian. Ditambah lagi dengan kehadiran kolam ikan ukuran sedang yang berada di sisi warung nasi.

Warung Mang Nana ini berdiri pada tanggal 13 Maret 2008 lalu. Meskipun baru setahun lebih, namun 10 ruangan yang disekat dinding anyaman bambu itu sering kali tidak menampung pelanggannya. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, memasuki Ramadan lalu, dilakukan penambahan lima ruangan yang berada tepat di area pesawahan.

Konsumen yang datang di warung nasi itu disuguhi beberapa paket menu, seperti paket ayam bakar, paket ikan peda dan paket ikan gurame bakar. Harganyapun cukup murah. Dengan Rp50 ribu, satu paket nasi timbel plus ayam bakar sudah bisa dinikmati oleh empat orang.

Sehingga wajar, memasuki musim mudik lebaran, warung nasi liwet ini bisa menghabiskan 50 Kg beras, 100 ekor ayam dan 10 Kg ikan air perharinya. “Dari pengalaman tahun lalu, puncak kunjungan sampai H+7 lebaran. Kebanyakan warga pribumi yang tinggal di Jakarta,” katanya.

Hemm, tidak salahnya jika kita menyempatkan waktu untuk santap makan bersama keluarga sambil beromantisme ria suasana pondokan atau anak kostan. Apalagi lokasinya mudah diakses, harganya terjangkau dan suasananya sejuka. Siap berpetualang?