Berkunjung ke Kabupaten Subang, dianggap belum sempurna jika belum berendam di air panas Sariater, Ciater. Namun, pernahkah kita berkunjung ke obyeks wisata yang menghadirkan kenyamana dan keindahan eksotik alam pedesaan, Sari Bunihayu?Memang, tidak banyak wisatawan yang tahu tentang Desa Wisata Sari Bunihayu yang berlokasi di Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak, Subang atau sekitar 30 menit dari air panas sariater dan 3 menit dari jalan raya Subang-Bandung.
Berbeda dengan obyek wisata lainnya, Desa Wisata Saribunihayu menawarkan suasana pedesaan dan nuansa budaya orisinil sunda. Gemricik air, tiupan angin dan kicauan burung merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suasana Desa wisata. Tentu saja suasana ini menjadi terapi memulihkan kesegaran dan menghadirkan kenayamanan setelah sibuk dengan aktivitas rutin.
Berdiri di atas areal 2,5 hektare, Desa Wisata didirkan pada tahun 1982 pada awal berdirinya, Desa wisata hanya rumah peristirahatan untuk keluarga pemiliknya, Herman Mulyana. Namun melihat potensi wisata yang berkembang cukup pesat, pada tahun 2002 Desa Wisata lebih diseriusi dan diurus secara profesional.
Sesuia namanya, fasilitas desa wisata ini lebih kental dengan suasana pedesaaan dan khas budaya sunda. Dari sembilan bangunan penginapan, empat diantaranya merupakan bangunan tradisional yang dibuat dengan mempertahankan bentuk tradisionalnya, dengan dinding anyaman kayu dan atap anyaman jerami. Sedangkan lantainya terbuat dari papan kayu.
Kedamaian khas alam pedesaan tanah pasundan semakin terasa, ketika melewati melihat bagian belakang bangunan rumah tradisional. Sebuah alat penumbuk padi dari kayu terpasang pada bagian belakang rumah. Sementara pada sekitar rumah, bentangan sawah yang dilengkapi setan sawah (bebegig) serta bangunan yang terbuat dari kayu menjulang ke atas guna pos jaga petani mengawasi serangan hama.
Untuk mempertajam ingatan kita ke era dulu, Desa Wisata sudah menyiapkan fasilitas paket kesenian tradisional. Tamu akan dihibur aksi seniman gotong sisingaan, engrang, toleat, angklung, gamelan dan seni tari lainnya. Konsep alam pedesaan itu, menurut Bagian pemasaran Desa Wisata Sari Bunihayu, Tito Iskandar terinspirasi dari kecintaan owner, Herman Mulyana terhadap kesenian.
“Beliau sangat cinta dengan kesenian tradisional, sehingga konsep desa wisata ini, selain diuat dengan konsep modern, sebagian bangunan rumah dibuat dengan konsep tradisional dan menyediakan paket seni tradisional,” kata Titi Iskandar.
Selain bangunan rumah tradisional, Desa Wisata Bunihayu juga memiliki lima bangunan rumah konsep modern, dengan perlengkapan dan bahan baku bangunan dibuat dari alat-alat modern. Dari sembilan bangunan rumah yang ada, hanya menampung 165 orang di 16 kamar. yang menarik dari bangunan rumsh itu, selain arsiteknya, juga penamaan untuk sembilan rumah itu diambil dari nama buah-buahan, seperti Rambutan, Manggis, Durian, nanas, Kawista.
Fasilitas lain yang ada di Desa Wisata adalah Villa, Restaurant, Meeting Room, Amphiteather, Swimming Pool, Fishing Pool, Play Ground, Fruits Garden, Gift Shop, Little Farmer, Outbond Land, dan fasilitas lainnya. “Kami juga memfasilitasi tamu dengan paket pendidikan “Nyukcruk Galur Mapay Lembur, yaitu berwisata sambil belajar menegnal peralatan dan rumaha dat tradisional sunda serta bercocok tanam,” kata Tito.
Fasilitas yang lengkap yang ditawarkan desa Wisata akan menyempurnakan waktu berlibur dan mencari kenyamanan saat bererkreasi. Gemricik air, tiupan angin dan kicauan burung merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suasana Desa wisata. Di sejumalh sudut Desa Wisata berdiri indah dan meneduhkan pohon buah, seperti Sanolo, Matoa, Durian, dan Kawista.
numpang iklan yea k'. . .
BalasHapusbuat yang tinggal dicikarang dan sekitarnya,
mampir yea kerumah makan Ibu Imam.
menunya nasi bebek khas surabaya.
bagi penggemar nasi bebek, sekarang g perlu jauh2 ketempat mak isa.
karna skarang dicikarang juga ada nasi bebek yang rasanya g kalah sama punya mak isa.
penasaran. . .
dateng aja ke Jl. perjuangan warung bongkok cikarang barat-bekasi (depan PT. Sandang).